Autodieselmagz | Apa yang sebenarnya terjadi pada saat Diesel runaway? pada beberapa mobil kondisi diesel runaway kurang lebih terjadi karena hal yang sama, yaitu kerusakan mekanis. Bisa dikatakan mesin diesel termasuk dalam kategori ‘rakus’ alias akan melahap apasaja yang masuk kedalam ruang pembakaran. Meskipun jalur kelistrikan dimatikan, mesin diesel tidak akan berhenti.
Dari beberapa kesempatan diskusi terungkap bahwa penyebab diesel runaway diantaranya adalah hal-hal yang bersifat mekanis. Pertama, ring piston dan dinding silinder mengalami keausan, sehingga oli menjadi ikut terbakar dan efek berantai pun terjadi.
Kedua, pengisian oli yang berlebihan, kemudian seal klep dan gasket terjadi kebocoran, dan yang terakhir seal atau jalur oli turbo jebol. Penyebab berikutnya bisa disebabkan oleh failure dari penghitungan ECU atau pompa solar rusak dan secara tidak terkontrol terus mengirim bahan bakar.
Pada dasarnya, diesel runaway terjadi akibat pembakaran berlebihan diruang mesin. Mesin mengambil bahan bakar tambahan dari sumber yang tidak diinginkan dan kecepatan berlebih pada RPM yang lebih tinggi dan lebih tinggi dan menghasilkan hingga 10 kali lipat output mesin hingga hancur oleh kerusakan mekanis atau mesin stall karena kurangnya pelumasan.
Apabila diesel runaway terjadi dipastikan asap akan memenuhi ruang mesin. Sehingga peluang untuk mematikan mesin akan semakin sulit ditambah lagi raungan mesin yang cukup menakutkan.
Cara yang paling efektif untuk menghentikan diesel runaway adalah dengan menutup celah suplai udara (oksigen) menggunakan kain basah. Akan tetapi sangat beresiko, karena bisa saja tangan ikut tersedot. Selebihnya, adalah dengan menunggu hingga seluruh bahan bakar dan oli habis terbakar.
