Autodieselmagz | Menjaga performa mesin diesel tetap ‘perkasa’ adalah dambaan bagi setiap owner. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah kesehatan mesin diesel. Kebersihan adalah kunci kesehatan mesin diesel, kata ini dipilih karena perlu untuk menjaga kebersihan mulai dari tangki dan jalur bahan bakar, injektor dan gas buang tetap bersih. Bahan bakar yang digunakan tentu sangat mempengaruhi kebersihan karena tingkat kesempurnaan proses pembakarannya berbeda-beda.
Lalu bagaimana cara mempertahankan kebersihan mesin diesel? berikut rangkumannya kami sajikan.
Gunakan cairan Additive
Tujuan penggunaan cairan additive ini adalah untuk membersihkan jalur pembakaran, mulai dari tangki bahan bakar, injektor hingga ruang pembakaran.Aditif diesel terbaik mengandung penghambat pelumasan dan korosi yang tidak hanya mengurangi keausan tetapi juga mencegah kerusakan. Penggunaan cairan additive juga harus mengikuti takaran serta anjuran pemakaian, karena jika berlebih akan menimbulkan dampak negatif. Selain itu, cairan additive juga meningkatkan proses pembakaran pada ruang mesin. Ini akan memungkinkan Anda mengemudi untuk periode yang lebih lama tanpa pemeriksaan pemeliharaan.

Lakukan penggantian filter bahan bakar
Filter bahan bakar adalah komponen krusial pada sistem bahan bakar. Bertugas sebagai penyaring bahan bakar Solar yang akan didorong oleh fuel pump untuk kemudian disemprotkan oleh injektor. Filter ini bisa dibersihkan dan digunakan kembali akan tetapi tidak sebanding dengan resiko yang ditimbulkan. Apabila terdapat celah yang rusak atau robek pada filter, maka kemungkinan kotoran akan melewati filter dan terhisap oleh injektor. Secara tampilan fisik, celah filter bahan bakar mesin diesel sangat halus dan rapat, sehingga apabila telah digunakan cukup lama akan menimbulkan penumpukan kotoran. Oleh sebab itu, penggantian filter bahan bakar perlu dilakukan agar sirkulasi dan kualitas bahan bakar yang masuk ke ruang bakar mesin tetap prima.
Perpendek jangka waktu penggunaan oli
Oli yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin. Oli berfungsi mencegah terjadinya benturan antar komponen mesin yang menyebabkan goresan atau keausan. Pada mesin diesel, timbulnya oksidasi oli justru memiliki peluang yang lebih besar, perkaratan logam-logam bearing dan penumpukan deposit. Selain itu, Oli mesin diesel secara normal beroperasi pada kecepatan rendah, tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi. Maka tingkat kekentalan oli atau viskositas oli perlu diperhatikan pada suhu rendah dan tertinggi pada saat mesin beroperasi. Kualitas oli akan menurun seiring durasi pemakaian, cara paling mudah dilihat yaitu tampilan fisik warna oli ketika pertama kali dimasukkan bandingkan setelah digunakan, oli akan tampak hitam. Penurunan kualitas oli mesin bukan berdasarkan jarak tempuh pemakaian saja tetapi interval waktu juga. Jadi mobil diesel yang jarang digunakan pun harus melakukan penggantian oli secara teratur. Khusus untuk mobil diesel yang aktif bergerak, penggantian jarak oli justru semakin pendek misalnya per 5.000 KM. Ini kami rekomendasikan dilakukan agar fungsi oli yang menjaga benturan serta gesekan antar komponen mesin tetap maksimal.

Dan yang terakhir adalah lakukan ‘bilas oli’
Istilah Bilas Oli ini muncul karena pada saat penggantian oli mesin, tidak sepenuhnya kotoran dari dalam mesin keluar bersamaan dengan oli. Kotoran yang tidak ikut keluar akan mengendap dan akan mengganggu performa mesin, plus mempercepat oli mencari kotor. Layaknya pakaian, mesin juga perlu dibilas setelah lama ‘direndam’ oli. Dibutuhkan setidaknya tiga kali pengulangan untuk bilas oli untuk mesin yang belum pernah sama sekali. Pembahasan tentang bilas oli akan kami ulas lebih detail pada artikel berikut ini Muncul Istilah Bilas Oli dikalangan penggemar diesel
