Autodieselmagz | Pada artikel sebelumnya, kami sempat merekomendasikan agar melakukan bilas oli untuk menjaga ‘keperkasaan’ mesin diesel. Lalu apa sebenarnya bilas oli itu? Oli apa yang digunakan dan seperti apa konsepnya. Berikut kami ulas secara lengkap disini.

Penurunan kualitas oli yang dibarengi oleh kemunculan sludge atau gumpalan kotoran pada sudut-sudut ruang mesin, memang tidak dapat dihindari. Hal ini tidak terjadi hanya pada mesin diesel saja, akan tetapi pada mesin bensin juga mengalami hal serupa.
Pada mesin diesel, oli yang umum digunakan di iklim Indonesia adalah 5W30 dan 10W30 dan lebih kental lagi untuk mesin dengan kerja lebih berat. Untuk itu, mulai kenali karakter medan lintasan mobil, apakah membutuhkan oli yang cepat melumasi atau lambat.

Penumpukan sludge atau gumpalan kotoran dalam ruang mesin tidak selalu dapat keluar bersamaan proses penggantian oli. Lebih sering sludge akan tertinggal dan mengendap. Apabila tetap dibiarkan maka jelas akan mempercepat penurunan kualitas pelumasan oli pada komponen mesin.
Untuk mengatasi hal tersebut, sebenarnya ada beberapa pilihan yang bisa jadi pertimbangan. Pertama, melakukan engine flush, yaitu menggunakan cairan yang dimasukkan kedalam mesin sebelum mengganti oli tapi kita akan bahas nanti. Kedua cara membersihkan sludge adalah dengan bongkar mesin tentunya ini bukan pilihan yang bijak ya. Pilihan ketiga yang paling memungkinkan untuk dilakukan sendiri dirumah adalah dengan ‘bilas oli’.
Konsep bilas oli ini sama seperti membilas pakaian. Pakaian yang telah dicuci menggunakan detergen, harus dibersihkan atau dibilas menggunakan air hingga beberapa kali pengulangan agar pakain kembali bersig. Begitu juga dengan mesin, Komponen-komponen mesin yang telah lama direndam bersama oli plus sludge juga perlu dibersihkan, tapi bukan pakai air. Melainkan, pakai base oil atau oli dasar. Base oil merupakan bahan dasar pembuatan oli mesin atau dapat dikatakan masih murni 0W tanpa campuran bahan lainnya seperti solven dan bahan lainnya. Tapi jangan khawatir, proses pembilasan mesin ini tidak harus pakai base oil, bisa juga menggunakan oli mesin diesel yang biasa. Kami menyarankan pakai oli yang murah saja, karena hanya untuk membilas mesin.
Bagaimana cara melakukan bilas oli ini? Pertama, jika ini kali pertama melakukan pembilasan maka sebaiknya siapkan sejumlah oli untuk tiga kali pembilasan. Misalkan, kapasitas mesin membutuhkan oli sebanyak 3.2 liter, maka siapkan kurang lebih sekitar 10 liter oli untuk digunakan bilas oli.
Kedua, siapkan wadah penampung oli bekas, corong oli dan kunci-kunci yang diperlukan. Selain itu, sediakan juga part filter oli yang baru dan terakhir oli baru. Prinsipnya sama seperti mengganti oli, hanya saja mesin perlu dinyalakan sekitar 5 menit. Ganti oli lama pada mesin dengan oli bilas sesuai takaran kapasitas mesin, hidupkan mesin sekitar 5 menit kemudian matikan dan tap oli bilas tadi kedalam wadah oli kotor. bilasan pertama selesai.
Ulangi proses tersebut sampai 3 kali. Perhatikan tingkat kekentalan dan warna oli hasil pembilasan oli. Jika proses dilakukan secara tepat, oli bilasan terakhir akan jauh lebih bersih dibandingkan dengan oli bilasan pertama. Kira-kira sudah tahu kan kenapa? Benar itu menandakan kotoran yang tertinggal pada mesin berkurang. Setelah oli bilasan terakhir keluar, ganti filter oli lama dengan yang baru. Hal ini dianjurkan karena pada saar pembilasan oli, kotoran oli pasti tersaring dan baiknya tidak dipakai lagi. Setelah filter oli yang baru terpasang, masukkan oli mesin yang baru.
Untuk pergantian oli berikutnya, proses pembilasan oli ini kami rekomendasikan cukup 1 kali saja demi kesejahteraan bersama ya. Demikian ulasan kami mengenai bilas oli, Semoga informasi ini bermanfaat dan silahkan dicermati kembali karena sebenarnya ini cukup mudah dilakukan.
