Mobil Diesel Sekarang Kebanyakan Sensor

autodieselmagz

Autodieselmagz | Mobil diesel saat ini pada umumnya sudah banyak menerapkan sistem injeksi atau akrab dikenal dengan diesel commonrail. Selain itu, ada segudang sensor yang ditanamkan pada hampir disetiap komponen mobil. Ini adalah bentuk evolusi mesin diesel masakini, dimana untuk mengatur seluruh kinerja tiap bagian mobil diperintah oleh ‘otak’ atau ECU (electrical control unit). Tapi tahukah anda, jika satu komponen terkecil dari sekian banyak sensor tadi mengirimkan sinyal kode eror padahal hanya karena sensor sedikit longgar, kemudian ECU hanya menampilkan lampu peringatan pada MID, misal check engine. Ini cukup memusingkan bagi owner kendaraan, karena harus mencari dimana sensor yang longgar tadi. Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami.

autodieselmagz

Solusi yang paling mudah adalah datang ke bengkel resmi dan serahkan masalah sensor ini kepada mekanik bengkel. Karena setiap bengkel resmi, terutama bengkel besar pasti memiliki alat pembaca sensor-sensor mobil. Sudah selesai, tinggal ke kasir untuk menyelesaikan tagihan.

autodieselmagz
Ilustrasi perbaikan menggunakan OBD oleh mekanik bengkel

Akan tetapi bagi owner lainnya, justru ini menjadi kesempatan untuk bisa lebih mengenal lebih dekat tentang kondisi mobilnya. Yaitu dengan menancapkan alat pembaca data sensor mobil atau yang dikenal sebagai OBD (On Board Diagnostic). Sejak tahun 2000an, OBD II hadir dari pengembangan OBD I dengan kemampuan yang semakin canggih untuk memberikan data yang akurat. Akses data yang semula hanya bisa tersaji melalui komputer, pada OBD II sudah bisa diakses melalui smartphone via wifi.

autodieselmagz-obd
ilustrasi salah satu penggunaan OBD II Scanner pada mobil diesel

Saat ini dunia otomotif, OBD berperan penting karena mempermudah mekanik dalam mengidentifikasi masalah pada kendaraan. OBD mengumpulkan informasi secukupnya tentang jenis kerusakan yang terjadi dengan cara menyimpan kode kerusakan (DTC) Diagnosis Trouble Codes. Pada OBD-II, selain menyajikan data informasi penting untuk perbaikan, juga dapat melakukan diagnosa dan perbaikan yang lebih rumit. Proses diagnosa dan analisa menjadi lebih teliti, ini karena memanfaatkan semua informasi yang disediakan ECU.

autodieselmagz-port-obd
Ilustrasi Port scanner OBD mobil diesel

Penggunaannya yaitu dengan menancapkan OBD II scanner melalui port yang terletak dibawah dashboard pengemudi. Lalu penyajian data bisa menggunakan laptop atau smartphone yang telah aplikasi penyaji data dari OBD II. Tanpa hitungan menit data dari tiap-tiap sensor akan tersaji dihadapan layar monitor. Semakin canggih teknologi sensor yang disematkan pada mobil, maka akan lebih banyak data yang disajikan. Akan tetapi, tidak semua kerusakan membuat lampu indikator pada MID menyala, namun akan direkam dan disimpan dalam ECU.

autodieselmagz-ancel-obd
Ilustrasi produk OBD II scanner ELM327

Saat ini sudah banyak dijual berbagai macam OBD-II dengan harga yang bervariasi, mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Sebelum memutuskan untuk membeli OBD-II scanner ini, ada baiknya lakukan konsultasi dengan penjual, karena bisa saja data tidak terbaca meskipun sudah terpasang tepat. Cara paling ramah untuk mengetahui OBD-II scanner mana yang tepat untuk mobil sendiri adalah menanyakan kepada teman-teman di komunitas mobil karena biasanya mereka sudah lebih dulu mencoba berbagai macam OBD-II.